Pahami Perbedaan Pelecehan Verbal dan Nonverbal

Perbedaan pelecehan verbal dan nonverbal yang sama-sama berpotensi memberikan trauma bagi korban

Pahami Perbedaan Pelecehan Verbal dan Nonverbal
Ilustrasi korban pelecehan (Sumber: Freepik.com @8photo)

Penasihathukum.com – Dalam kehidupan sehari-hari, tak jarang seseorang mendengar umpatan kasar atau komentar menyakitkan yang membuat orang tersebut merasa terhina dan terintimidasi. Bisa jadi tingkah laku orang lain bisa membuat tidak nyaman seseorang akibat tatapan tajam atau gerakan tubuh seseorang yang agresif. Bisa jadi, seseorang tersebut mengalami pelecehan verbal maupun nonverbal. Apa perbedaan pelecehan verbal dan nonverbal?

Kedua jenis pelecehan ini bisa menimbulkan luka yang tidak terlihat serta bisa meninggalkan trauma secara emosional dan psikologis bagi korban, bahkan bisa membuat korban merasa takut, terisolasi, dan tidak berdaya. Adalah penting untuk memahami perbedaan pelecehan verbal dan nonverbal agar dapat mendorong penegakan hukum serta mencegah berbagai bentuk pelecehan di masa depan.

Dalam artikel ini, Penasihathukum.com akan mengulas tentang perbedaan pelecehan verbal dan nonverbal, serta cara menyikapinya jika dihadapkan pada masalah tersebut.

Pengertian Pelecehan Verbal dan Nonverbal

Pelecehan verbal merupakan pelecehan yang menggunakan kata-kata atau ucapan agar orang lain yang bisa menyakiti, mengintimidasi, merendahkan, atau mengendalikan orang lain.

Contoh pelecehan verbal yaitu menghina, memaki, dan meneriaki seseorang. Kemudian melontarkan ucapan seksi, rasis, atau homofobik, membuat lelucon yang menyakiti dan merendahkan, hingga mengancam atau mengintimidasi.

Sementara itu, pelecehan nonverbal merupakan pelecehan yang menggunakan komunikasi nonverbal untuk menyakiti, mengintimidasi, merendahkan atau mengendalikan orang lain.

Contoh pelecehan nonverbal yaitu memberikan tatapan tajam atau mengancam, melakukan gerakan tubuh yang agresif dan tidak pantas, mengintimidasi atau menghalangi seseorang secara fisik, menggunakan simbol atau isyarat yang bersifat pelecehan, hingga menguntit atau mengikuti seseorang.

Menghadapi Pelecehan Verbal dan Nonverbal

Dalam menghadapi pelecehan verbal dan nonverbal, terdapat langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk melindungi diri yaitu:

Pertama tetap tenang. Meskipun sulit tetapi penting untuk mengendalikan emosi agar tidak tersulut amarah atau ketakutan yang bisa memperburuk situasi.

Kedua, katakan dengan tegas dan jelas jika Anda merasa tidak nyaman dan tidak menerima  perlakuan orang lain yang mengarah pada pelecehan verbal dan nonverbal.

Ketiga, dokumentasikan kejadian dengan mencatat tanggal, waktu, tempat, dan apa yang terjadi selama pelecehan. Hal ini akan menjadi bukti jika ingin melaporkan ke pihak berwajib.

Keempat menjauhlah dari pelaku dan cari tempat aman. Terakhir, cari bantuan dengan menghubungi orang yang dipercaya, seperti teman, keluarga, atau atasan untuk memperoleh dukungan.

Jika pelecehan telah terjadi, laporkan kejadian baik kepada atasan, guru, pihak berwenang, atau organisasi yang menangani pelecehan.

Pertimbangkan untuk mencari bantuan psikolog atau konselor untuk mengatasi trauma yang bisa saja terjadi. Bergabunglah dengan komunitas atau kelompok dengan pengalaman serupa yang bisa memberikan dukungan.

Jaga diri dengan baik demi kesehatan, pastikan mendapatkan istirahat yang cukup,  dan makan makanan sehat, serta olahraga secara teratur.

Terakhir, tetap semangat dan dan kuat karena menghadapi pelecehan memerlukan keberanian dan kekuatan.