Memahami secara Mendalam, Apa saja yang Termasuk Pelanggaran HAM Berat?
Di Indonesia ada dua pelanggaran HAM berat yang diakui. Apa saja yang termasuk pelanggaran HAM berat?
Penasihathukum.com - Hak asasi manusia (HAM) adalah hak yang dimiliki oleh manusia sejak lahir dan tidak boleh dilanggar, wajib dihormati, dan dijunjung tinggi. Kendati demikian masih ada saja pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh manusia. Apa saja yang termasuk pelanggaran HAM berat?
Sebelum membahas apa saja yang termasuk pelanggaran HAM berat, perlu diketahui jika HAM dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang. Secara yuridis, hal tersebut berdasarkan pada UU Nomor 26 Tahun 2000.
Dalam artikel ini, Penasihathukum.com akan membahas tentang apa saja yang termasuk pelanggaran HAM berat, jenis-jenis, hingga contoh pelanggaran yang pernah terjadi di Indonesia.
Pelanggaran HAM Berat
Dalam UU Nomor 39 Tahun 1999, dijelaskan jika pelanggaran HAM berat merupakan tindakan pelanggaran HAM berupa genosida atau pembunuhan massal, pembunuhan secara sewenang-wenang atau di luar putusan pengadilan, penyiksaan, penghilangan orang secara paksa, perbudakan, atau diskriminasi yang dilakukan dengan sistematis.
Kemudian berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2000, jenis-jenis pelanggaran HAM berat di Indonesia terdiri dari dua kejahatan yaitu kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Genosida merupakan tindakan menghancurkan atau memusnahkan suatu kelompok, bangsa, ras, etnis, kelompok agama secara massal.
Kejahatan terhadap kemanusiaan yaitu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik, dan ditujukan kepada penduduk sipil secara langsung.
Contoh Pelanggaran HAM Berat di Indonesia
Setidaknya terdapat 12 pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di Indonesia yang diakui oleh Presiden Joko Widodo, salah satunya adalah Peristiwa Kerusuhan Mei 1998.
Kerusuhan Mei 1998 adalah sejarah kelam bangsa Indonesia yang dipicu oleh krisi ekonomi dan politik. Kerusuhan ini ditandai dengan aksi anarkis, penjarahan, pembakaran, kekerasan, khususnya kepada etnis Tionghoa.
Dalam tragedi tersebut ribuan nyawa melayang yang didominasi oleh etnis Tionghoa. Kerusakan terjadi dimana-mana, berupa toko, rumah, hingga tempat ibadah, bahkan berakibat pada trauma berkepanjangan baik secara psikologis maupun sosial.