Apa yang Terjadi Jika Melarikan Diri dari Hukum dan Menjadi Buronan?

Apa yang terjadi jika melarikan diri dari hukum dan menjadi buronan. Tentu akan banyak konsekuensi yang harus dihadapi ketika melarikan diri dari hukum.

Apa yang Terjadi Jika Melarikan Diri dari Hukum dan Menjadi Buronan?
Ilustrasi buronan (Sumber: Freepik.com @rawpixel.com)

Penasihathukum.com – Tidak semua orang berani mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan. Bahkan tak jarang seseorang melarikan diri dari hukum dan menjadi buronan penegak hukum. Apa yang terjadi jika melarikan diri dari hukum dan menjadi buronan?

Penting untuk mengetahui apa yang terjadi jika melarikan diri dari hukum dan menjadi buronan, agar tidak terjebak dalam sangkar tak kasat mata apabila melakukan tindakan kriminal. Terdapat konsekuensi yang akan diterima jika melakukan hal tersebut.

Seseorang yang lari dari tanggung jawab hukum akan menjadi buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atas tindak kriminalitas, yaitu orang-orang yang dicari atau menjadi target oleh penegak hukum. Dalam ulasan ini, Penasihathukum.com akan mengulas apa yang terjadi jika melarikan diri dari hukum dan menjadi buronan.

Menjadi DPO

Meskipun seorang tersangka melarikan diri, proses hukum tetap berjalan. Ketidakhadiran tersangka yang melarikan diri bisa menyuntikan aparat penegak hukum dalam mengungkapkan kebenaran.

Apabila tersangka tidak diketahui keberadaannya, maka ia bisa dicatat dalam daftar pencarian orang (DPO)/buronan.

Buronan juga tidak dapat melarikan diri ke luar negeri karena demi kepentingan penyidikan, penyidik dapat mengajukan permintaan kepada pejabat imigrasi untuk mencegah tersangka bepergian ke luar negeri.

Dikenai Pemberat Pidana

Seorang buronan juga terancam mendapatkan penambahan masa hukuman. Dimana hukuman penjara yang diberikan kepada buronan bisa ditambah dengan masa penjara karena melarikan diri dari hukum.

Selain itu, seorang terdakwa yang melarikan diri kerap menjadi alasan pemberat pidana dalam pertimbangan hakim.

Selain itu buronan juga berpotensi dikenai denda tambahan sebagai hukuman atas pelarian yang dilakukan.

Demikian penjelasan tentang apa yang akan terjadi jika melarikan diri dari hukum. Melarikan diri bukanlah solusi, lebih baik menyerahkan diri dan menghadapi konsekuensi atas tindakan yang telah dilakukan.

Sebagai alternatif lain, bicaralah dengan pengacara untuk memahami hak-hak dalam proses hukum. Menyerahkan diri merupakan cara terbaik untuk mendapatkan proses hukum yang adil.